Pertumbuhan dan Perkembangan Pada Tumbuhan

pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan

Pertumbuhan adalah proses pertambahan ukuran, volume dan massa yang bersifat kuantitatif (dapat diukur) dan dinyatakan dengan suatu bilangan serta tidak dapat kembali ke bentuk semula (irreversible). Misalnya tinggi tanaman cabai pada usia 1 minggu adalah 7cm, dua minggu tinggi tanaman menjadi 14cm.

Perkembangan adalah proses menuju kedewasaan pada makhluk hidup yang bersifat kualitatif (tidak dapat diukur dan tidak berupa suatu bilangan). Contohnya munculnya bunga pada tumbuhan.

Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan dipengaruhi  oleh dua factor, factor internal / dalam dan factor eksternal / luar.

Faktor Internal

  • Gen

Gen adalah substansi pembawa sifat makhluk hidup yang diturunkan dari induk kepada keturunannya. Gen juga menentukan kemampuan metabolisme sel, sehingga sangat mempengaruhi peetumbuhan dan perkembangan tanaman. Namun fenotif suatu individu juga dipengaruhi oleh factor lingkungan, sehingga meskipun suatu induk tanaman memiliki sifat unggul, misalnya rasa buah yang manis, maka jika ditanam di lahan yang tandus akan menyebabkan pertumbuhannya tidak subur/ optimal

  • Hormon

Hormone merupakan zat yang dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman, dan dibutuhkan dalam jumlah sedikit. Ada beberapa jenis hormon utama yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman, yakni:

  • Auksin

Hormone pertumbuhan yang memacu perpanjangan sel-sel batang, menghambat perpanjangan sel-sel akar dan merangsang pembentukan akar lateral / samping. Auksin menghambat pertumbuhan tunas lateral sehingga tanaman dapat bertambah tinggi (dominansi apikal).

Auksin dihasilkan di bagian koleoptil ujung  tunas, lalu diangkut menuju tunas. Pada tunas batang auksin akan berkumpul di bawah permukaan batang sehingga menyebabkan sel-sel di bawah permukaan batang menjadi lebih cepat tumbuh daripada jaringan diatas permukaan batang. Ini terjadi karena auksin sangat peka terhadap cahaya, sehingga pertumbuhan batang yang terkena sinar matahari akan menjadi lebih lambat (pendek) dibandingkan dengan batang yang tidak terkena sinar matahari.

Contoh biji yang mengalami etiolasi

  • Giberelin

Secara alami terdapat pada buah dan biji. Fungsi giberelin adalah merangsang pertumbuhan daun, bunga dan akar. Menghentikan dormansi biji dan mempercepat perkecambahan biji. Giberelin juga merangsang pertunasan pada kuncup.

  • Gas etilen

berfungsi untuk pematangan buah. Konsentrasi etilen pada setiap buah tidak sama.

  • Sitokinin

Berfunsi untuk merangsang pembelahan sel (sitokenesis) , memperkecil dominansi apical, mengatur pembentukan bunga dan buah, membantu pembentukan akar, tunas dan menunda pengguguran daun.

Efek sitokinin berlawanan dengan auksin, yakni menghambat dominansi apical dan merangsang pertumbuhan kuncup lateral.

  • Asam absisat

Satu-satu nya hormone yang berperan menghambat pertumbuhan tanaman, karena akan aktif pada saat lingkungan tidak menguntungkan, agar dapat bertahan hidup. Kerja asam absisat berlawanan dengan auksin dan giberelin.

Asam absisast mengurangi kecepatan pertumbuhan dan pemanjangan sel pada daerah titik tumbuh, mendorong dormansi biji agar tidak berkecambah dan menggugurkan daun sehingga yang tertinggal adalah tunas-tunas daun.

  • Asam traumalin

Merupakan hormone luka/ kambium karena berperan untuk perbaikan / regenerasi sel, jika tanaman mengalami kerusakan jaringan.

  • Kaolin

Memacu pertumbuhan organ tumbuhan, dan terdiri dari rhizokalin ( memacu pertumbuhan akar), kaulokalin (memacu pertumbuhan batang), fitokalin (memacu pertumbuhan daun) dan anthokalin (memacu pertumbuhan bunga)

Faktor Eksternal

  • Cahaya matahari

Tanaman membutuhkan cahaya untuk fotosintesis. Tumbuhan yang kekurangan cahaya akan mengalami gejala etiolasi, yakni batang tumbuhan lebih panjang, namun tidak kokoh (lemah), ukuran daun kecil, kekuningan dan akar sedikit, sehingga lama kelamaan akan mengalami kematian jika masih ditempatkan di tempat yang kekurangan cahaya.

Cahaya juga mempengaruhi pembungaan, karena lamanya penyinaran pada tumbuhan akan mempengaruhi proses pembungaan pada tumbuhan, yang disebut dengan fotoperiodisme. Tumbuhan berhari pendek akan berbunga dan memiliki pertumbuhan maksimal jika siang lebih pendek daripada malam hari. Contoh nya adalah tumbuhan dahlia, aster dan strobbery.

  • Air dan kelembaban.

Air merupakan komponen sel, termasuk sel tumbuhan. Air sebagai pelarut inti sel dalam proses pertumbuhan dan perkembangan, juga membantu fotosintesis pada reaksi fotolisis air. Berbagai reaksi kimia sel-sel tubuh terjadi dengan bantuan air. Begitu juga dengan pengedaran hasil fotosintesis ke seluruh bagian tumbuhan.

Pada proses perkecambahan biji, air sangat penting dalam memecahkan dormansi biji, yang selanjutnya akan mengaktifkan ezim sehingga metabolisme (pemecahan cadangan makanan dalam biji) dapat terjadi.

Kelembaban mempengaruhi keberadaan air yang dapat diserap tumbuhan, dan sangat mempengaruhi pemanjangan sel. Kelembaban juga mempengaruhi sel dalam mempertahankan stabilitas bentuk sel.

  • Nutrisi/ unsur hara.

Jika tumbuhan kekurangan cahaya, maka pertumbuhan dan perkembangannya akan terhambat.

Tumbuhan membutuhkan unsur makro yakni karbon, oksigen, nitrogen, hydrogen, sulfur, fosfor, kalsium dan magnesium. Unsur mikro yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit yakni besi, klor, mangan, seng, tembaga dan nikel.

Contoh: Magnesium dibutuhkan untuk pembentukan klorofil

  • Suhu

Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan  dipengaruhi oleh suhu lingkungan. Tumbuhan memiliki temperature optimal yang berbeda-beda, pada daerah tropis suhu optimal yang dibutuhkan tumbuhan berkisar 22-370 C.

Contoh temperature optimal tumbuhan jagung adalah 300 – 350C

  • pH

Tanaman membutuhkan pH yang berbeda, namun pH tanah yang ideal berkisar 6-7.

Jika pH dibawah 6 berarti asam, jika lebih dari 7 berarti basa. Tanah yang asam memiliki kandungan alumunium yang tinggi sehingga dapat meracuni tanaman. Selain itu tanah yang asam juga mengandung banyak unsur mikro yang dapat meracuni tanaman.

pH tanah juga menentukan perkembangan mikroorganisme tanah. Bakteri pengurai dan jamur umumnya tumbuh dengan baik pada pH tanah 5.5 – 7.

  • Tanah

Tanaman tumbuh subur jika kondisi tanah mengandung nutrisi yang lengkap. Kondisi tanah yang baik ditentukan oleh suhu, kandungan mineral, air dan pH

Demikianlah factor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan.

Untuk lebih lengkapnya bisa dilihat di video berikut ini.

Author: mommikael

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *